Apa itu Al-Minnah
Sering ada yang bertanya, apa itu Al-Minnah? Apakah nama orang? Nama daerah?
Bukan keduanya.
Al-Minnah (المنّة) adalah kata dari bahasa Arab yang berarti karunia, tapi bukan karunia dalam pengertian biasa.
Dalam bahasa Arab, ada kata نِعمة (ni’mah) yang juga berarti nikmat atau kebaikan. Al-Minnah berbeda. Kata ini secara khusus menggambarkan pemberian dari yang jauh lebih tinggi kepada yang jauh lebih rendah, bukan sekadar hadiah, tapi sesuatu yang sama sekali tidak bisa dituntut, tidak bisa diusahakan, dan tidak akan pernah setimpal untuk dibalas. Ia datang bukan karena si penerima pantas, tapi semata karena kehendak dan kemurahan dari yang memberi.
Dalam Al-Qur’an, kata ini dipakai untuk menggambarkan anugerah Allah kepada manusia seperti dalam surah Ali Imran ayat 164, yang menyebut diutusnya Nabi Muhammad sebagai minnah bagi orang-orang beriman. Bukan sekadar kebaikan, tapi pemberian yang manusia tidak punya andil apapun dalam mendatangkannya.
Ketika kami memulai usaha ini, kami tidak punya banyak. Modal terbatas, lahan seadanya, pengalaman yang masih perlu terus diasah. Tapi ada satu keyakinan yang kami pegang sejak awal:
Semua yang kami miliki adalah titipan.
Tanah yang kami injak, hewan yang kami rawat, kesehatan yang memungkinkan kami bekerja setiap hari, semuanya bukan milik kami sepenuhnya. Semuanya adalah karunia dari Allah yang diamanahkan kepada kami untuk dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin.
Dari sanalah nama itu lahir. Bukan sebagai branding semata, tapi sebagai pengingat bahwa kami adalah pengelola, bukan pemilik.
Tapi ada satu hal lagi yang kami ingin titipkan dalam nama itu.
Jika kami menerima karunia, maka karunia itu seharusnya mengalir. Kami ingin Al-Minnah bukan hanya menjadi nama di papan kandang, tapi menjadi cara kami berbagi melalui hewan yang sehat dan dirawat dengan baik, melalui daging yang halal dan thayyib, melalui pengetahuan yang kami bagikan, dan melalui setiap transaksi yang kami jaga agar jujur dan amanah.
Kami ingin apa yang ada di Al-Minnah bisa jadi kebaikan juga untuk orang lain.
Perjalanan ini masih panjang dan kami masih banyak belajar. Tapi selama nama itu masih kami sandang, kami berharap bisa terus layak menyandangnya.
— Keluarga Al-Minnah Farm