Mengapa Al-Minnah Farm Memprioritaskan Pakan Alami

Cerita

Mengapa Al-Minnah Farm Memprioritaskan Pakan Alami

Di Al-Minnah Farm, pilihan pakan bukan sekadar soal efisiensi biaya. Ini adalah soal prinsip. Bagaimana kami merawat hewan yang dipercayakan kepada kami, dan bagaimana kami memastikan daging yang sampai ke tangan Anda benar-benar baik.

Sejak awal, kami memilih untuk memberi makan kambing kami terutama dengan pakan hijauan alami, seperti rumput, daun-daunan, dan berbagai tanaman liar.

Berikut alasan di balik pilihan itu, termasuk apa yang dikatakan penelitian.


Kambing Adalah Hewan Penjelajah, Bukan Penggemuk

Secara fisiologis, kambing dirancang untuk makan hijauan berserat tinggi. Sistem pencernaannya, terutama rumennya,, untuk mencerna rumput, daun, dan ranting, bukan biji-bijian berkadar karbohidrat tinggi.

Penelitian dari Frontiers in Microbiology (Hua et al., 2017) menunjukkan bahwa pakan konsentrat tinggi secara signifikan mengurangi keragaman mikrobiota rumen pada kambing.

Yang lebih mengkhawatirkan, pakan konsentrat tinggi meningkatkan kadar asam laktat, endotoksin (LPS), dan histamin di dalam rumen, pemicu peradangan yang berujung pada kondisi yang dikenal sebagai subacute ruminal acidosis (SARA). Dampak jangka panjangnya: gangguan pencernaan, penurunan imunitas, dan kambing yang lebih rentan sakit.


Daging yang Lebih Sehat dari Kambing yang Lebih Sehat

Pilihan pakan berdampak langsung pada komposisi daging.

Sebuah tinjauan komprehensif di jurnal Animal Bioscience (Huang et al., 2023) membandingkan kambing dan domba yang diberi pakan padang rumput versus konsentrat. Hasilnya konsisten:

  • Kambing yang diberi pakan hijauan menghasilkan daging dengan asam lemak omega-3 lebih tinggi
  • Rasio omega-6/omega-3 yang lebih seimbang sehingga lebih baik untuk kesehatan jantung
  • Kandungan CLA (conjugated linoleic acid) yang lebih tinggi. CLA membantu tubuh agar “tidak terlalu reaktif” terhadap pemicu kerusakan sel. Senyawa ini dikenal dapat membantu meredam peradangan kronis dalam tubuh, yaitu kondisi yang mendasari berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga beberapa jenis kanker.
  • Lemak jenuh aterogenik yang lebih rendah. Lemak jenuh aterogenik secara spesifik merujuk pada asam lemak yang diketahui mendorong penumpukan plak di dinding pembuluh darah arteri. Inilah yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Lebih Tahan Parasit secara Alami

Penelitian oleh Shaik et al. (2006) dalam jurnal Veterinary Parasitology menunjukkan bahwa kambing yang diberi hijauan memiliki jumlah telur cacing dalam feses yang jauh lebih rendah, serta jumlah cacing yang lebih sedikit di saluran cerna dibandingkan kambing yang hanya diberi rumput biasa.


Konteks Indonesia: Kita Punya Banyak

Sebagian peternak berpikir pakan hijauan itu ribet atau mahal. Padahal Indonesia dianugerahi keragaman tanaman pakan yang luar biasa. Penelitian dari IPB dan berbagai universitas pertanian di Indonesia mencatat bahwa 99% peternak kambing rakyat mengandalkan hijauan lokal. Dan ini bukan karena keterbatasan, melainkan karena memang itulah yang paling sesuai dengan kondisi alam dan fisiologi ternak kita.

Tanaman seperti gamal (Gliricidia sepium), kaliandra, dan berbagai jenis rumput unggul tersedia luas dan terbukti mendukung pertumbuhan kambing yang sehat dan berkelanjutan.


Kami tidak mengatakan konsentrat itu buruk sepenuhnya, ada perannya dan kami pun melakukan kombinasi pakan hijauan alami dan konsentrat, terutama di fase tertentu seperti masa bunting atau persiapan jelang penyembelihan. Tapi pondasi pakan kami tetap hijauan alami.

Bukan karena lebih murah. Tapi karena itulah yang paling sesuai dengan bagaimana kambing seharusnya hidup.


Referensi:

  • Huang et al. (2023). Animal Bioscience. PMC10472155.
  • Hua et al. (2017). Frontiers in Microbiology. PMC5288341.
  • Ebrahimi et al. (2014). BioMed Research International. PMC3955685.
  • Shaik et al. (2006). Veterinary Parasitology. Vol. 139(1–3).
  • MDPI Sustainability (2024). Goat & Sheep Meat Production in Indonesia.